
Senin kemarin, Google melepas data description language yang selama ini mereka gunakan untuk menjadi open source. Awalnya, bahasa pemrograman serupa XML ini dikembangkan Google untuk kepentingan mereka sendiri namun seiring perkembangan jaman, mereka memutuskan untuk melepas Protocol Buffers ini untuk umum.”Inilah cara kami melakukan encoding semua informasi terstruktur yang harus dikirim lewat network atau disimpan dalam server,” ungkap Chris DiBona, open source programs manager Google. Lebih lanjut Chris juga menyampaikan bahwa mereka melepas Protocol Buffers ini dengan tujuan agar masyarakat dapat memanfaatkan hasil kerja tim Google ini.
Awalnya, tim Google mengembangkan Protocol Buffers ini karena mereka harus menggunakan ribuan data dengan format berbeda dan ini tak mungkin dilakukan dengan menggunakan XML. Protocol Buffers ini tak jauh beda dengan XML namun jauh lebih sederhana, kecil, dan lebih cepat.
Seperti diberitakan TechWeb hari Senin (7/07/08) diberitakan bahwa menurut dokumentasi Google, Protocol Buffers ini bisa 10 kali lebih kecil dari XML dengan kecepatan 100 kali lebih cepat dari XML.
Namun untuk kebutuhan sederhana seperti file teks, XML masih lebih efisien dibanding Protocol Buffers. Tidak seperti XML yang dimaksudkan untuk bisa ‘dibaca’ dan ‘di-edit’ oleh manusia, Protocol Buffers memerlukan file .proto untuk bisa ‘dimengerti’.
Sebenarnya, Google telah berencana untuk melepas beberapa software dalam proyek mereka namun karena software-software ini memerlukan Protocol Buffers untuk bisa berfungsi, maka Google akhirnya melepas Protocol Buffers ini terlebih dahulu.
Sumber: Kapanlagi.com
===================================
DIarsipkan di bawah: internet, komputer | Ditandai: google, Gratiskan, info, Perkembangan, Protocol Buffers, TI, Tips, Trik






